Kader Hanura Yang Mengundurkan Diri, Sebenarnya Sudah Mendukung Calon Tertentu?
| 17.33.00 |
Sebenarnya timbul gejolak penolakan pencalonan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) oleh Partai Hanura Itu bisa dikatakan ada Kaitannya Dengan kepentingan individu beberapa kader partai itu sendiri karena sudah mendukung calon Gubernur Lain, dan bukan kepentingan partai.
Mari Kita Simak Penjelasan Selengkapnya.
Hanura Curiga Ada Hubungan dengan Calon Lain Dengan Penolakan Ahok
Berikut Seperti diberitakan CNN Indonesia :
Ketua DPP Partai Hanura Dadang Rusdiana menduga ada kader yang melakukan transaksi jelang pemilihan gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017. Transaksi itu menimbulkan gejolak penolakan pencalonan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) oleh Partai Hanura.
Adanya Transaksional Dengan Calon Tertentu
"Kami mencurigai yang tidak mendukung Ahok penuh transaksi. Kami menyimpulkan yang tidak dukung Ahok itu pragmatis," kata Dadang saat dihubungi, Senin (28/3).
Menurutnya, transaksi itu menyebabkan adanya kader Hanura yang terikat kepada calon gubernur DKI tertentu. Dia menekankan, langkah itu bersifat individual dan bukan kepentingan organisasi.
Dia tidak mempermasalahkan apabila nantinya sejumlah kader yang menolak Ahok, mengundurkan diri. Hal itu bakal mempersolid dukungan Hanura kepada Ahok.
Menurutnya, transaksi itu menyebabkan adanya kader Hanura yang terikat kepada calon gubernur DKI tertentu. Dia menekankan, langkah itu bersifat individual dan bukan kepentingan organisasi.
Dia tidak mempermasalahkan apabila nantinya sejumlah kader yang menolak Ahok, mengundurkan diri. Hal itu bakal mempersolid dukungan Hanura kepada Ahok.
Kader yang mengundurkan dirilah yang melanggar aturan Partai
"Mereka sudah tidak berada di barisan Hanura lagi. Mereka sudah terlanjur mendekati dan didekati calon tertentu. Akhirnya, mereka tidak bisa melepaskan diri," ucapnya.
DKI Menjadi Buruan Banyak Orang Yang Berkepentingan
Sekretaris Fraksi Hanura ini menilai wajar tingginya dinamika yang terjadi sebelum pengambilan keputusan. Sebab, Pilgub DKI merupakan arena yang diburu banyak pihak berkepentingan.
"DKI itu buruan semua orang. Kepentingannya tinggi, jadi wajar," tutur dia.
"DKI itu buruan semua orang. Kepentingannya tinggi, jadi wajar," tutur dia.
Hanura Siap Dukung Dengan Bersih Layaknya Nasdem
Dia mengatakan, partainya tidak mendapatkan apa-apa atas dukungan kepada Ahok. Tidak ada transaksi dalam pengambilan keputusan itu. Dukungan diberikan berdasarkan pertimbangan rapat pimpinan daerah (Rapimda) bersama pengurus harian dan 44 pengurus cabang pada Kamis (24/3).
Selain itu juga penilaian kualitas kinerja Ahok yang didukung dengan tingginya hasil penilaian lembaga survei. Ahok dinilai dapat membuat Jakarta lebih baik.
Selain itu juga penilaian kualitas kinerja Ahok yang didukung dengan tingginya hasil penilaian lembaga survei. Ahok dinilai dapat membuat Jakarta lebih baik.
Ini Nama Kader Hanura yang Mengundurkan Diri
Sebelumnya, dua politikus Hanura mengaku tidak setuju mendukung Ahok dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017. Mereka ialah adalah Wakil Ketua DPD DKI Jakarta bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan, Rahmat HAS dan Wakil Ketua Bidang Pembinaan Legislatif dan Eksekutif Bustami Rahawarin.
Rahmat mengatakan, adanya pemaksaan Ketua Umum Hanura Wiranto dan Ketua DPD DKI Jakarta Hanura Muhammad Ongen Sangaji terhadap tata kelola organisasi soal dukungan ke Ahok.
Rahmat mengatakan, adanya pemaksaan Ketua Umum Hanura Wiranto dan Ketua DPD DKI Jakarta Hanura Muhammad Ongen Sangaji terhadap tata kelola organisasi soal dukungan ke Ahok.
